Monday, February 18, 2019

ME- (DALAM)-I PUNK DAN EKSPERIMENTAL MUSIK DI INTER PERSONAL 2 PRIBADI

Semacam rangkuman obrolan hingga Dini hari di Rumah Sanur Feb 14-15 2019.

Suara dari live band The Hydrant,menyambut saya sesaat sebelum memasuki Rumah Sanur. Ada semacam hentakan ritme rock and roll yang khas dan mengundang saya untuk bergoyang meski hanya kaki saya yang mengikuti ritme tersebut. Saya bersama Niken, seorang yang saya kenal tidak begitu lama,namun selalu membuat kesan mendalam bagi pribadi saya secara individu terhadap sisi struggle seorang perempuan. Kesan ramah dari seorang yang ternyata mempunyai histori panjang dengan dunia pergerakan musik punk dan feminisme. Kemudian saya diperkenalkan juga dengan David dari Ruang Resonansi. Sebuah band yang menitikberatkan pada Representing Psychological Music.

Pembicaraan mereka berdua ternyata bukan hanya pada kulit permasalahan saja, namun cenderung masuk dalam tataran yang lebih dalam lagi tentang suatu landasan berpikir saya. Awalnya saya hanya sebagai pendengar dari sisi terluar bagi mereka,namun nyatanya mereka berdua berhasil menyeret saya ke ranah berpikir yang lebih dalam tentang fenomena pergerakan dewasa ini.

Gambar diambil dari es.wikihow.com 


Saya memulai dari perempuan bernama Niken. Ada beberapa catatan yang harus saya urai dari obrolan malam ini :
1.     1. Perempuan yang menjadi punk spirit sekaligus feminis di ruang publik kapitalis.
Craig O’Hara(1999) dalam artikelnya yang berjudul “Philosophy of Punk” menyebutkan tiga pengertian punk, yang pertama punk merupakan fashion dan musik, kedua, punk sebagai pemula yang mempunyai keberanian memberontak, memperjuangkan kebebasan, dan melakukan perubahan, dan yang ketiga punk adalah bentuk perlawanan yang hebat, karena menciptakan , musik, gaya hidup, komunitas dan kebudayaan sendiri. Mengapa saya memandang perlu untuk mengutip Craig O'Hara, karena perempuan ini sudah melampaui tahapan pertama dan kedua. Sehingga bentuk perlawanan dalam dunia kapitalis perempuan ini ada ditahap yang ketiga,dan sudah menemukan rel untuk berlari terhadap gaya hidupnya. Makna substansi dan implementasi punk sudah ia terapkan dan berhasil menjinakkan dunia kapitalis. Dalam beberapa hal ia berhasil mensejahterahkan kehidupan kaum buruh yang berada di lingkaran kapitalis tempat ia bekerja, dan notabene bukan kapitalis kelas receh karena merupakan sebuah rumah sakit kelas internasional di Bali. Tanpa teriak dan gembar-gembor untuk perlawanan terhadap sistem, ia berhasil merubah kelas pekerja untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan asuransi kesehatan dari perusahaan tempat ia bekerja.

2.      2. Rebel no cause (bisa disederhanakan arti menjadi Ikhlas).
Awalnya dalam kacamata awam saya Rebel adalah pemberontakan terhadap tatanan yang sudah mapan. Tapi secara sadar,saya digiring pada konsep baru bahwa rebel itu bukan suatu yang bermakna negatif sama sekali ketika mencoba menggali pemikiran perempuan ini. Hingga saya mempunyai suatu pandangan berbeda tentang rebel di dalam obrolan kali ini. Rebel adalah suatu cara pandang kreatif bagi seorang Niken utk mencari gagasan-gagasan baru tentang sebuah pemaknaan kehidupan,sesuatu proses secara sadar untuk menelaah lingkup permasalahan dengan solusi kreatif. Hal itulah yang mendasari dan menjadi pijakan bagi pergerakan perempuan ini. Dan mengenai tentang ikhlas, ada korelasi yang efektif jika anda menjadi seorang visioner ke depan,seperti misalnya Albert Einstein yang dikira gila atas pemikirannya. Namun sejatinya Einstein Ikhlas mendalami peran rebel itulah yang menjadikan visioner Einstein berhasil menjinakkan dan menguasai keilmuannya. Maka tidak salah saya jika menganalogikan Rebel adalah masalah waktu saja. Sama apa yang diperjuangkan perempuan ini,yang menitik beratkan pada ikhlas jika menjadi seorang rebel. Karena sejatinya rebel adalah seorang visioner di masa yg akan datang,untuk itulah ia harus hidup sedikit berbeda pada tatanan kehidupan sekarang.

hanya ilustrasi, sumber ar.napster.com

Beranjak pada David, saya pertama kali bertemu dengan musisi rapi dan mencatat semua peristiwa yang dialami dalam sebuah catatan buku berwarna hitam. Buku tersebut terdapat gambar hero Ksatria Baja Hitam di cover depannya. Yang tentunya ada pemaknaan sendiri terhadap super hero yang dipilihnya untuk menjadi cover di buku catatannya. Karena tidak ingin merusak suasana obrolan di malam itu dan lebih memilih fokus pada tulisannya di buku tersebut, saya hanya membacanya sekilas-sekilas saja. Saya sempat membaca pada halaman kedua,saya lupa judulnya,namun David membahas tentang terminal mengwi yang menyusahkan bagi dirinya dan ada kesamaan apa yang saya rasakan terhadap persoalan terminal mengwi tersebut. Sangat tidak efektif,itu yang kesan pertama saya tangkap melalui tulisannya. Saya akan membahasnya lain waktu untuk permasalahan terminal mengwi ini.

Kembali pada ranah musik yang ditawarkan oleh seorang David pada Ruang Resonansi,ijinkan saya pada paragraf pembuka menuliskan tentang pilihan musiknya pada kesempatan kali ini.
Representing Psychological Music (RPM)
Ada 3 huruf yang ingin disampaikan oleh Resonansi Ruang. Musik sendiri merupakan salah satu seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia. Melukiskannya lewat keindahan nada atau suara dengan konsep dan tehnik tertentu. Efek yang ingin disampaikan dalam Resonansi Ruang tidak main-main dan benar-benar digarap dengan serius dan detail. Ada semacam keberanian untuk mencoba keluar dari zona aman musik itu sendiri. Musik yang multi tafsir dengan permainan dissharmoni dan mencoba memberikan suguhan yang membuat penikmat musik ini utk penasaran terhadap apa yang ingin disajikan. Meski saya belum pernah mendengar sama sekali,namun penawaran konsep yang keluar dari zona aman bagi pemusik untuk ditawarkan pada saya itulah yang membuat semakin penasaran untuk mendengarkan konsep bermusiknya. Awalnya saya ragu untuk menulis ini pada tataran yang lebih konkret seperti mempresentasi musik kejiwaan (istilah yang saya adopsi ke dalam bahasa Indonesia). Bagi saya RPM adalah varian musik yang dapat memberikan kekuatan mentalitas yang baik bagi pendengarnya. Meski dalam pemaknaan si empu yang mempunyai telinga dan mata orang lain akan berdampak negatif yang dipengaruhi oleh mood dan momentum pada saat musik ini didengarkan. Hal itu juga disepakati oleh Niken dan saya. Saya melihat gestur tubuh seorang David, adalah seorang yang serius dalam bermusik dan bermental tangguh. Ini suatu tantangan bagi saya untuk menyiapkan kedua telinga saya dalam memahami musik yang akan disajikan Resonansi Ruang nantinya. Saya akan membahas lebih detail tentang apa dan seperti apa musik yang akan mempresentasi psikologi saya di Resonansi Ruang. Saya sudah tidak sabar mendengarnya bung David. Saya akan datang dan mendengarkan musik yang akan anda sajikan pada kedua telinga dan mata saya.
Tulisan ini semacam awalan dan berusaha merangkum atas obrolan malam ini. Saya hanya ingin menulis secara sederhana untuk kalian berdua. Semoga ada hal yang menjadi sebuah support bagi kalian berdua,dan terimakasih utk meluangkan waktu ngobrol santai di Rumah Sanur malam ini.
(L3t-Toy be positive , direvisi pada tanggal Februari 18 2019 06:54 WITA)

Tuesday, September 25, 2018

BATU BOLONG SPOT at BALI

Hari ini Sep 23 2018, saya yang sudah berjanji kepada korep untuk menemaninya menemukan spot Batu Bolong. Korep @faisal.gadrie berkata bahwa ia sampai lima kali mencari spot tersebut tapi tidak berhasil. Paginya kami riset sebentar melalui google, dan referensi teman, dan kami memutuskan untuk memulai pencarian jam 14:00 WITA. Kami mulai keluar dari ‘GOA’ (Sebutan korep untuk kostnya, Lain waktu saya akan ambil foto kostnya yang memang tak terurus seperti Goa Peninggalan jepang, sangat kempros sekali). Tepat pukul 14:15 WITA kami keluar dari sarang goa korep. Dengan memakai matic kami menuju arah canggu dengan pedoman Google maps yang dengan sabar memberi kami petunjuk ke kanan kemudian ke kiri sepanjang perjalanan. Benar nyatanya, bahwa ada tiga spot yang bernama sama, yaitu Pantai Batu Bolong Canggu, dan Pura Batu bolong dan yang terakhir adalah spot yang kami tuju, Batu bolong spot. Google maps pun sempat ngadat, efek dramatisir keadaan yang panas serta agak kebingungan menemukan spot tersebut.
Akhirnya kami menemukan spot itu meskipun kami seperti anak kecil yang kegirangan melihat spot cantic. Bagi kalian yang berwisata ke Tanah lot Bali, jangan lupa mengunjungi Batu Bolong. Apalagi saat surut, kalian bisa menikmati indahnya sunset di spot ini. Banyak yang salah dan tidak berhasil menemukan spot ini, dikarenakan namanya sama dengan Pantai Batu Bolong Canggu, atau Pura Batu bolong. Sehingga pantas Korep tidak menemukan spot ini dikarenakan spot-spot yang lain bernama sama. Spot ini terletak pada satu areal wisata yang sama dengan Tanah lot, setelah mengunjungi Tanah lot berjalanlah ke arah kanan, kalian akan menemukan spot ini. Salam mlaku-mlaku.








Friday, August 10, 2018

tulisan membumi

beberapa kali saya berusaha untuk menulis yang sedemikian serius dan butuh pemikiran dan energi yang lebih. sebab banyak dari kawan-kawan saya sudah berlari jauh melampaui tingkat resistensi hidup yang mapan. sedang saya masih berkutat pada mimpi puisi, kerja mendongeng, dan segala aktifitas lain yang remeh temeh. Namun berapa kali juga saya hanya berhenti di tataran konsep. padahal gerak dan laju masyarakat sebegitu dahsyatnya bergerak mengikuti nadi dan passion masing-masing. saya jujur banyak berterima kasih kepada Sosial Media. Dari Sosial media-lah saya dapat mengukur dan membaca kawan-kawan saya melalui foto,status,profile yang selalu dinamis di setiap waktunya. ada perasaan haru,terkadang sedih, bahagia, bahkan sedikit culas dan iri atas keberhasilan yang dicapai beberapa kawan. Entah itu benar apa tidak keberhasilannya atau hanya sekedar topeng eksistensi, sedang nyatanya rumit menjalani kehidupan. namun saya jujur mengakui sedikit iri, dan dari hal negatif itulah saya merubahnya menjadi energi postif dengan membangun kerangka pola pikir pembanding atas reaksi kesuksesan mereka. dan This is me,,, orang yang selalu keras kepala akan nasib, orang yang akan berbusa-busa berbicara tentang puisi sampai pagi. Orang yang pekerjaanya mendongeng peristiwa kepada tetangga kost, kawan musik, hingga harus telaten membalas email kawan-kawan yang menanyakan ada event apa di Indonesia. Orang yang suka keluyuran dan nggembel terkonsep. orang yang tidak begitu suka teori dan wacana teori yang hanya menguap di pelataran kultus akademika. orang yang selalu mendongeng betapa dahsyatnya tradisi lisan dan non lisan pribumi kepada kawan di benua yang berbeda. yang harus terharu malam ini setelah melihat status kawan saya Dedi Andrianto Kurniawan, yang menyumpah serapahi wajah pertelevisian kita belakangan ini. Begitu banyak ruang dan kerja kreatif di Indonesia, namun sedikit yang mencoba berjudi di wilayah sosial yang membebaskan. cenderung jauh dari problem masyarakat banyak. Yang tumbuh subur adalah tarung wacana kepentingan, pengkotakan paham tertentu. Wajar bila kawan saya Mohammad Hadiansyah menganggap puisi dan kerja sastra lain terlalu melangit. terlalu jauh untuk ditafsir. walaupun sebenarnya kerja kreatif itu sesungguhnya jembatan antara yang fakta dengan yang fiksi. Masihkah ndakik-ndakik(baca muluk-muluk) terhadap jabatan,nilai materi dan pencapaian apapun itu hanya untuk sekedar menunjukkan eksistensi sebagai nilai dan tingkat elitis ditengah masyarakat Indonesia yang didera gradasi dan kebangkrutan pada banyak hal? dan saya masih berharap bahwa masyarakat indonesia dijauhkan dari penyakit Inferiority complex yang akut. Mari bersahaja, dengan masih tersenyum jika beras di dapur tinggal 1 gelas, dan esok juga masih menganggur. Sebab penjaga nusantara tak akan membiarkan anak cucunya kelaparan di negerinya sendiri bagi yang berusaha dengan sungguh. Pantang ngemis dan menganggap superior class adalah segalanya. #mencobamembumidengantulisan #letoywithlove 02.37 WITA

Beberapa Catatan

Saiful anwar. Malang
Menunda sehat saat tiba sakit. meski bibirmu tak berucap. Aq tahu engkau hendak berkata padaku.Cukuplah kau bermain2 dg hidupmu.Dan segeralah pulang anakq. menemani usia senjaku. (percakapan mata yg sama2 berkaca2 di sebuah bangsal. Aku menyayangimu ayah. sebuah kalimat yg tak pernah terucap hingga kini)
(16102017 l3toy at malang)

Menua Bersama
Ajang balapan kodrat. Semakin gila semua yang terjadi. Haruskah melacur pada pundi-pundi kesesatan. Jika kelak aku bermimpi. Aku hendak memilih menua bersama embun. Yang hadirnya dirindukan setiap pagi,dan menguap setelahnya. esok pun datang lagi bersama tampias hujan.
(10102017 23:11 WITA l3toy Share)

Eksistensi menurut saya adalah kadar pemahaman manusia secara sadar dan bertanggung jawab atas kehendaknya sendiri tanpa mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar. berangkat dari menunjukkan eksistensi tersebut ada semacam per maklum an terhadap kondisi. Disaat itulah terkadang memotivasi tingkat selfie sebagai pencitraan Image semakin meningkat penggunanya. Aplikasi software dan yang lainnya sebagai sarana pendukung selfie selalu ramai untuk diunduh. Saya juga termasuk orang yang beberapa kali melakukan aktivitas selfie dan menunjukkan eksistensi. Sebab itulah ada sedikit rasa riya' yang tak kentara diam-diam mulai hinggap tanpa saya sadar. So, finally,, beberapa waktu ini saya memang sangat menghindari mata kamera dari teman, kolega, orang tak dikenal maupun dari hape saya sendiri. Setidaknya meminimalisir sifat riya' atau bisa saya katakan proses eksistensi. Tapi tidak berlaku rupanya dan sulit saya hindari. Rasa eksistensi itu selalu saja muncul. Jika saat saya menemukan hal baru, makanan baru, sepatu baru, opini baru. Pasti secara sengaja saya akan share atau berniat berbagi. Namun akan dipahami dengan makna yang berbeda pula. Jadi menurut saya, memang lah cukup riskan untuk berbagi moment pada sosial media. Maka untuk meminimalisir tersebut perlulah diberi keterangan text untuk penguat dan peng kabur an esksistensi tersebut. Maaf, Ini hanya opini saya. Bagaimana dengan opini anda? saya menulis ini disela-sela menunggu kedatangan Pak jokowi. siapa tahu saya dapat sepeda karena bisa menjawab pertanyaanya. Di #GORSUWECA tempat penampungan sementara pengungsi Gunung Agung 25/09/2017

Aku kedinginan,ia pun menggigil
sama sendiri,pucat
peluk,bibirnya memanggil
saat ramadhan kian dekat
(berbincang dengan bulan:sama sendiri,diselingkuhi mimpi pagi)
Kudeta beach, 03:05 11052017
#asingdinegerisendiri

Desember, Angka Satu

Sebentar kawanku yg sama letih.
Aku tertatih.
Di tiga pulau ujung lombok, Ombak berbuih-buih
dan menerjang fastboat dg terlatih.
Sayup kawanku mulai bertasbih.
Ahhh,,, kau terlalu cengeng
Ajal tak menjemput kita di tengah lautan seperti ini
Tuhan memanjakan diri kita
Untuk mereguk sepuasnya dunia
(Shubuh 03.27 WITA 01122017, sanur port to Gili T harbour)

Duka

Baik aku berpisah
Tanpa kata
Tanpa bunga
Kelak juga aku berbaring
Di tanah
Kering belulang bernama di nisan
(Buat nenekanda tersayang: Siti Chunainah , l3toy : 10122016 03:31 WITA)

Denpasar meriuh


Entahlah, Saat hujan ini terus mengguyur di sepanjang hari dari tadi malam hingga detik ini saya menulis masih juga belum terlihat reda. Saya tiba-tiba teringat dengan sosok adik terbaik yang pernah saya kenal. Safimbi Aditya Anwar atau biasa dipanggil Bimbi olehku (Dia yg Mengacungkan jari tengah di Foto dan dia yg memakai topi). Dia sosok yg selalu easy going. Selalu gembira, meski terkadang slengean khas anak muda. Hampir 6 tahun yg lalu Bimbi meninggalkan kita semua. Tp semangatnya masih hidup sampai sekarang. Saat hujan seperti ini, Luangkan waktu barang 5 menit, Kirim doa padanya, al fatihah atau apapun yg kalian yakini. I miss you Bimbi,,, #p2m2#SMA4 #SMKAyani #PRASAJAMULYATERCINTA
(l3toy : WHI 180111 02:49 WITA)

Ayah saja

Di pertengahan rajab
Masih merasai gelap
Tak rela kehilangan
Ayah, belum sempat kita teruskan percakapan tadi malam
diriku ditipu penyakitmu
(l3toy : WHI 180404 01:37 WITA)

Serasa

Pernah berasa jadi anak kecil
lari tak hendak padamkan nyali
belukar-semak berebut mendekat tampil
Beruam-ruam manisnya
meski di rumah, ibu menanti
tangan kanannya pegang sapu lidi
siap pukulkan di pantat, di dada
selepas maghrib bersarung ngaji
Ayah dingin-serius di tiap hijaiyah
selesai mengeja-ngaji, beri sebungkus roti
Pun tertidur tak hela, seharian main berpayah
Aku mengucur penuh linang,
Aku jadi ayah juga sekarang,
Aku Mengucur penuh linang,
diganti yang baru datang
(letoy WHI 180609.2)

Pemilik Rahim Canduku

seperti diam-diam menipu
pada kerak legam menghidupi
dan kemudian menyapa kembali
bukankah hal ini menjadi eksekusi tuhan
pada kerak legam menghidupi
dan kemudian berpisah kembali
sakit itu pahit namun candu
candu hati pada dua kecilku
yang diam-diam menipuku
saat tidur mereka memeluk
saat terbangun ratusan kilo bertajuk
aku dalam diam
tak 'kan tunduk lagi
candu hatiku, belajarlah menyebut ayah pada lelaki bukan aku
tetapi sejatinya aku adalah ayah kalian
dan tak 'kan tunduk lagi
pembawa rahim canduku 5 jam yang lalu tanpa tatap

Aug 02 2013 23:35 WIB di Parsean Dringu (Setangkup Luka)

Prosa Njemput Pagi


Matamu nikam jantungku saat terlelap tadi malam,sebuah labirin panjang saut-menyaut mencari arah jalan pulang.Tersesat,sama sekali tidak. Ini hanya sebagian waktu untuk memulai pada jalan baru lagi. Sebab jalan lama sudah tidak mungkin dilewati,bukan berarti melupakan sejarah,hanya saja belajar sejarah itu perlu,untuk identitas,untuk mendokumentasi rekam jejak,ambil seperlunya tanpa harus menoleh lagi. Kejam. Tidak. Ada hal-hal yang perlu diberi garis bawah tentang hidup dan keberlanjutan hidup. Itu pasti. Mau tidak mau tetap dihadapi hari ini. Bukan menghadapi masa lalu ataupun masa depan. Ke belakang hanya butuh rekam, ke depan hanya butuh keuletan mewujudkan rencana. Dan hari ini cuma butuh ketenangan. Hal-hal positif yang masih tersisa akan terasa meyakinkan dan memberi energi indah pada sekitar. Adakalanya memang kita bersahabat dengan minuman murah seperti arak, tapi bukan untuk semacam pengaktualisasian akan eksistensi diri. Tapi semata hanya pada satu titik dimana kita bisa mengintimi sebuah proses. Dan tuhan tetap mencintaiku dengan caranya sendiri. Memelihara setiap nafas yang semalam sempat terbata-bata menimang mimpi. Dan matamu nikam tidurku. Persemaian ini tak akan tumbuh tunas yang baik. Sebab ya'jul dan ma'jul diduga sudah mengebiri kedamaian akan proses berpesta malam nanti. Remuk raga merindumu seperti batu. Dan anjing kudisan mengencingi persemaian benih mimpi. Lantas masihkah mencari hal yang tak pasti? Sudahlah tak usah memastikan apa-apa yang belum pasti. Atau mencoba memprediksi pola pikir Tuhan kembali? Sungguh itu diluar kendali. (Pagi-pagi benar aku menulis ini,entah jam berapa yang jelas matahari belum terbit, selamat berbahagialah kalian semua dengan retorika kalian masing-masing.)
Aug 02 2014  04:39 WITA Denpasar (Menjemput Pagi)

Friday, June 1, 2018

Masih sama,

Masih sama,
lelaki pemetik dawai di 7 tahun yang lalu

Masih sama,,
Melempar klise kehidupan pada bulir padi sehabis panen

yang tak sama,,,
Adalah cinta yang sudah berubah anomali
enggan berbagi

Sampaikan saja jangan malu
masa lalu, aku merajuk rayu
sekarang 'dah tawar di bibir meng-gincu
Anti klimaks dg dunia yg malamnya talu-bertalu

Aku yg tersesat
Kembali mengenal cinta-MU
Meski ringkih di ujung gang buntu

Masih sama,
Aku lelaki pemetik dawai di 7 tahun yang lalu.

Racun yg membiru di bibir gincumu

https://www.facebook.com/hanya.letoy




(Letoy WHI 180602.1)

https://www.facebook.com/hanya.letoy

Monday, January 8, 2018

Berkompromi dengan Gadget

Di kalender kedua bulan awal di tahun 2018.
Sudah memasuki tahun 2018 saja, menyisakan banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Bumi terasa menua sekarang. Seiring penulis juga merasakan menua juga. Di pertengahan 30-40. Betapa tidak, tubuh saya sekarang sedikit manja. Perjalanan jauh sedikit, begitu banyak supplemen yang harus saya minum. Belum obat anti tolak angin, obat gatal-gatal karena bidur (istilah Jawa, penyakit aneh yg menyerang saat dingin gatal kemudian kulit menggelembung seperti habis terkena ulat bulu). Semacam phobia saat usia tak lagi muda.

Benarkah saya setua itu? Kalau ada perbandingan atau istilah kerennya komparatif, Nenek saya masih kuat untuk menanam padi di sawah tanpa supplemen makanan. Tanpa tambahan vitamin,tanpa obat-obatan yang lain. Inikah yang dimaksud generasi milenial akhirnya. Generasi Micin. Generasi Kids Jaman Now. Sungguh tragedi besar buat suatu generarasi.

Saya menjadi rindu hidup di era tahun 90'an, dimana tanpa gadget, dimana tanpa merasa risih berebut layangan,dimana hanya melihat siaran Televisi tunggal, dimana makan hanya sayur sawi direbus dan tempe goreng tanpa bumbu racik. Tapi apa iya?

Jangankan sehari, sepuluh menit tanpa gadget saja sudah kebingungan. Begitu kata istri saya. kok berandai-andai rindu tanpa gadget. Hal itu sudah menjadi kebutuhan dasar. Seperti kebutuhan pokok atau primer dalam kehidupan,selain sandang,pangan dan papan. Kita sudah tidak bisa lagi mengelak dari perubahan jaman yang menuntut peran gadget. Hanya yang bisa saya lakukan adalah menyiasati dan membijak-i peran gadget dalam kehidupan.

Peran gadget membuat saya merasa malas. Malas untuk jalan, malas untuk berpikir, dan malas-malas yang lainnya. Seperti misalnya, dengan gadget, saat saya malas keluar untuk sekedar membeli makanan, maka saya pesan via online saja. Dan makanan diantar, cepat, efisien meski akan membayar sedikit mahal. Intinya saya terbantu sekali dengan peran gadget. Namun di sisi lain, saya semakin jarang berkomunikasi dengan penjual makanan tersebut. Karena pesan Via online membatasi komunikasi tersebut.
https://assets.jalantikus.com/assets/cache/400/176.5/gokil/2016/09/30/pesan-makanan-via-ojek-online.jpeg
Tapi dibalik kelebihan dan kekurangan gadget di edisi milenial ini, kita memang tidak bisa menghindar. Harusnya kita lebih bijak dalam penggunaan gadget kita. Gadget bertujuan untuk memudahkan urusan kita, maka berkompromi adalah sikap yang terbaik. Tanpa menghilangkan nilai-nilai arif dalam berkomunikasi di dunia nyata. Setidaknya berimbang. Toh, jika saya naik gunung dan pada ketinggian 3726 Mdpl (Puncak Gunung Rinjani), Apakah mereka masih sudi untuk mengirim pesanan saya? hahahahahaha tentu tidak. Disinilah saya belajar mandiri untuk memasak sendiri dari alam. Dan berkompromi dengan alam. Dan itu mengasyikkan. 

Atau saat tahun baru kemarin, meski di tanggal 3 januari. Saya beramah tamah dengan warga kost saya. Membuat masakan sederhana. Berkomunikasi dengan arif, dan ternyata itu menyenangkan. Meski  dalam tahun ini saya jarang berkomunikasi dengan mereka akibat kesibukan masing-masing. Menyenangkan sejenak berkumpul dengan tetangga. Sebagai mahluk sosial yang baik.

Foto ini juga diambil dari gadget hehehehehe
Berbijaklah dengan gadget anda.
(Tulisan ngelantur gak ada motif)

Friday, December 29, 2017

Di penghujung Tahun 2017

Saya akan melakukan perjalanan ke timur Indonesia, untuk memulai liburan akhir tahun. Terimakasih atas support teman kantor di www.domesticasia.com untuk segala bantuannya menyelesaikan misi ke timur Indonesia ini. Saya sangat percaya bahwa Indonesia tidak akan pernah selesai untuk dijelajah setiap sudutnya. Beragam suku,agama,bahasa, dan ras yang saling melengkapi di dalamnya.

Untuk tahun 2017 ini memang saya banyak vakum daripada melakukan sesuatu, namun setidaknya saya sudah perlahan mulai mencapai target hidup saya, baik dari sisi personal saya, keluarga bahkan komunal yang lebih besar lagi.

Untuk urusan politik sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya akan memulai untuk tidak golput lagi di tahun-tahun depan. Karena saya berpikir bahwa ketika dengan golput saya tidak melakukan apa-apa dalam kebijakan pemerintah.

Menyendiri dulu ya , Bye

Monday, December 25, 2017

Mencari Nyenyak

Semalam saya tertidur di depan televisi, hanya bermodal bantal dan guling saja. Tanpa alas, Karpet, atau kasur mini bermotif keroppi. Alas tidur itu sedang dicuci oleh istri saya karena baunya sangat menyengat. Biasanya saya selalu tidur jam 5 pagi setelah mendengar Alarm shubuh. Tadi malam , saya tidur pada pukul 23.00 WITA dan sangat menikmati sekali tidur kali ini. Seperti yang pernah saya baca di Internet, bahwa tidur seperti itu adalah tidur yang berkualitas. Meski paginya saya masuk angin dan minta pijit ke istri.


Susah tidur atau gejala Imsomnia sering nyangkut dan menari di tubuh saya setiap harinya. Terkadang istri sering marah-marah karena perilaku saya ini. Saya juga acap kali merasa teraniaya dan terdzolimi dengan si Imsomnia ini. Bahkan saat parah, saya tidak tidur selama 3 hari 4 malam, meski mata sangat terasa panas. Dan berujung di weekend, saya tumpaskan dendam kesumat pada ranjang. 2 hari saya habiskan di ranjang (Sabtu Minggu) karena saya memang libur di waktu itu. Namun masalah lain timbul, Istri saya menegur kembali, bukankah weekend itu adalah waktu untuk keluarga. Tetapi mengapa saya malah habiskan untuk tidur, dan tidak melakukan quality time dengan keluarga. Akhirnya saya membaca dan mencari tahu tentang imsomnia.

Imsomnia menurut alo dokter menjawab http://www.alodokter.com/insomnia adalah Kondisi saat sseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak bisa tidur cukup lama sesuai dengan waktu yang dibutuhkan tubuh meski dia memiliki kesempatan untuk melakukannya. Hal tersebut menyebabkan kondisi  fisik penderita imsomnia menjadi tidak cukup fit untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.  Ini sangat saya sekali. Begitu sulit untuk memulai tidur. Atau jika terbangun maka tidak dapat segera kembali untuk tidur.

Imsonia, Foto diambil dari http://apotekkesehatan73.blogspot.co.id/2016/03/14-tips-supaya-kamu-bisa-sembuh-dari.html





Namun setelah saya pikir-pikir kembali, ternyata penyebab imsomnia itu adalah berasal dari diri kita sendiri. Seperti misalnya, saat akan memulai tidur, saya minum kopi. Ya jelaslah caffeine membuat saya terjaga saat malam-malam tiba. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak ngopi saat akan tidur. Namun belum juga dapat tidur yang sesuai kebutuhan tidur manusia. Saya runtut kembali. Oh iya saya punya kebiasaan memegang gadget sebelum tidur. Maka mulai dari saat itu saya mengurangi ketergantungan dengan gadget saat malam tiba.


Tetapi hal itu juga tidak menurunkan dosis Imsomnia yang saya derita. Malah semakin parah. Ketap-ketip sampai menjelang shubuh. Akhirnya saya kembali ketergantungan dengan gadget sebelum tidur. Merubah settingan kamar, kata istri. Juga tidak membantu. Akhirnya saya berolah raga di gym setiap pulang kerja. Hasilnya memang terasa. Saya sering capek pulang ke rumah dan langsung tertidur. Namun saat tertidur saya tidak merasa nyenyak. Dan terbangun di malam hari bahkan dini hari. Hal ini menjadi semakin menyiksa saya.

Lalu kemudian sekitar 3 hari yang lalu saya ditelepon teman lama saya. Ia seorang pengusaha sayur yang sukses di samarinda, Kaltim. Dahulu ia sama dengan saya. Seorang pendidik dan sudah mendapatkan NUPTK dari BKD. Tapi dengan keputusan bulat ia mengundurkan diri dan memilih untuk memulai hidup di luar jawa. Ia banyak bercerita tentang kehidupannya. Ia sukses menurutku. Dalam kacamata seorang perantau.

Banyak hal kami share, hinnga saya curhat tentang Imsomnia yang diderita beberapa tahun terakhir ini. Ia tertawa. Sangat keras sekali dan berdurasi panjang. Kira-kira sekitar 37 detik. Spertinya ia menertawakan kehidupanku. Menertawakan ketidakberhasilan saya membina keluarga di perkawinan yang pertama. Menertawakan karier saya yang masih di level buruh. Menertawakan income saya yang jauh dari harapan saat berumur diatas 30 tahun. Menertawakan seluruh hidupku. Saya rasa seperti itu. Beginilah kalau ditelepon sama teman yang lebih sukses. Bawaannya su’udzon aja. Dia tertawa. Kayaknya tertawa mengejek. Padahal belum tentu tertawa mengejek.

Gambar diambil dari https://www.kaskus.co.id/thread/59a16f07ddd77019118b45a3/7-dampak-buruk-dari-berburuk-sangka-suudzon/


Setelah selesai tertawanya. Saya masih menunggu saran dia tentang imsomnia. Teman saya lalu berkata “obat imsonia itu gampang toy (Ia memanggil saya Letoy, Nama Lapangan saat diklat. Kapan-kapan saya akan menulis kenapa saya diberi nama letoy). Jika imsomnia menyerangmu, maka seranglah habis-habisan istrimu. Buat permainan yang gila dan menembus batas. Hingga kalian berdua terlepas dari beban dan menjadi ringan.” Maksudnya ? aku balas bertanya kepadanya. “kamu bukan anak kecil khan toy, Senggamalah dengan puas. Pasti Imsomniamu akan hilang, dan kamu tidur dengan nyenyak setelahnya. Bukankah istrimu itu ladang bagimu. Dadi garapen wes yen rai so turu. Pasti bar kuwi awakmu lak turu sampe ngorok.(Jadi garaplah kalau kamu tidak bisa tidur. Pasti sesudahnya kamu akan tidur sampai mendengkur). Ya tentunya juga dengan didukung suasana kamar, seperti misalnya, lampu redup, bantal nyaman, 



Dari saran teman saya itulah saya mencoba untuk ML disaat imsomnia saya datang. Dan itu benar terbukti. Hingga tadi malam, saat saya sulit tidur, saya akan menyerang istri saya dengan berbagai cara, dan tertidur lah saya dengan nyenyak. Bye Imsomnia. Terima kasih temanku,meski agak tabu, tapi memang itu cara terdahsyat untuk menghilangkan imsonia menurutku. Bagi yang belum beristri bagaimana? Hahahahahahaha, ini mah khusus yang beristri aja. Kapan-kapan akan saya tanyakan kepada teman saya untuk mengatasi imsomnia bagi Single,,,,,




Thursday, December 21, 2017

Menulis itu biar tidak lupa

Dimulai hari ini, saya akan berniat untuk menulis di setiap ada waktu. Entah itu tulisan akan tumpul,dangkal, gak bermutu, bahkan tidak ada isi. Saya tidak perduli. Saya akan berlatih untuk menulis dengan kuantitas dahulu.

Menulis bagi saya adalah proses perekaman sejarah yang terjadi pada momen-momen pada visual atau non visual yang tertangkap oleh indera kita. Itu pendapat saya. Karena pasti semua yang ditangkap oleh indera kita menjadi pencitraan tersendiri,dan kita bisa mengungkapkannya melalui lisan maupun tulisan. Atau juga memilih diam tidak melakukan lisan dan tulisan. Hanya direkam dalam isi batok kepala. Tapi batok kepala kita juga punya limit untuk mengingatnya.

Sama dengan Batok kepala saya. Malah parah batok kepala saya. Selalu saja mudah untuk melupakan sesuatu. Maka untuk mempermudah hal tersebut, saya selalu mencatat apapun itu. Seperti misalnya tugas kantor, tugas sebagai seorang ayah. Dan lain sebagainya. Dengan begitu saya akan meminimalisir proses lupa saya. Hal itu sudah saya lakukan sejak masa kanak-kanak hingga sekarang.

Bahkan untuk hari esok, saya sudah mempunyai catatan di agenda saya. Luar biasa pikun ini mulai menggerogoti otak saya. Rambut saya memutih 60%, gigi saya mengeropos dengan sendirinya. Tapi setidaknya saya menulis momen ini.




Catatan tidak penting. 

Wednesday, December 20, 2017

USELESS TIME and ACTIVITY

Desember lagi

Sudah beberapa bulan di tahun 2017, saya mengalami penurunan drastis dalam hal menulis. Sedikit sekali tulisan yang saya hasilkan di tahun ini. Kering. Bahkan sudah mulai tandus. Saya lebih banyak bermalas-malasan tahun 2017. Setidaknya saya menghabiskan waktu untuk bermalas ria di tiap harinya adalah 18 jam. Artinya dalam setahun ini saya melakukan aktivitas malas ria  adalah sebagai berikut rinciannya.
Januari      2017 ========== 31 hari x 18 jam = 558 jam
Februari    2017 ========== 28 hari x 18 Jam = 504 Jam
Maret        2017 ========== 31 hari x 18 jam = 558 jam
April         2017 ========== 30 hari x 18 jam = 540 jam
May          2017 ========== 31 hari x 18 jam = 558 jam
June          2017 ========== 30 hari x 18 jam = 540 jam
July           2017 ========== 31 hari x 18 jam = 558 jam
August      2017 ========== 31 hari x 18 jam = 558 jam
September 2017 ========== 30 hari x 18 jam = 540 jam
October     2017 ========== 31 hari x 18 jam = 558 jam
November 2017 ========== 30 hari x 18 jam = 540 jam
December 2017 ========== 19 hari x 18 jam = 342 jam



Jadi kalau di total kira-kira saya bermalas-malasan di tahun 2017 sampai tanggal 19 desember adalah  6.354 Jam. Atau 381.240 Menit atau 22.874.400 Detik. Jika sehari 24 jam maka dalam total jam tahun ini adalah 8.472 jam atau 508.320 menit atau 30.499.200 detik. Maka prosentase saya bermalas ria itu adalah kurang lebih 75% dari total hari. Atau dengan kata lain dalam setahun ini saya menghabiskan untuk bermalas ria adalah 265 hari dari total 353 hari (per tanggal 19 December 2017).

Sungguh saya tidak produktif sekali. 265 hari dalam tahun 2017 saya gunakan untuk melakukan aktivitas yang nirproduktif. Bahkan tulisan ini saya rasa juga tidak bermanfaat sama sekali. Namun setidaknya saya tahu berapa banyak waktu yang tidak produktif di tahun 2017. Bayangkan 265 hari saya cuma diisi dengan tidur, ke toilet,makan,merokok,melihat TV, dan hal yang kurang bermanfaat lainnya. Sungguh terlalu........

06:47 PM WITA at Tukad Pancoran Sesetan Denpasar Bali


Thursday, December 15, 2016

Permintaan Maaf Terbuka

Sekian lama, mengurung di dunia yang serba cepat, membuat saya menyadari bahwa kegilaan ini semakin menjadi-jadi. beberapa tulisan yang tak selesai, sekumpulan ide yang tidak terlaksana, dan segala hal yang tak terselesaikan.

Mendekati penghujung tahun 2016, segala geram yang ada sudah menggumpal di tepian kaldera. Harus dimuntahkan, harus diluluh lantakkan. Menjadi sesuatu yang tidak hanya di sebuah alam bawah sadar saja. Seseorang pernah berbuat salah, bahkan pernah di hakimi secara personal maupun komunal. Bukan berarti hal itu menjadi hal yang rendah dan dina. Tetap tegak dan busungkan dada. Akui kesalahan dan segera meminta maaf. Hanya Tuhan yang benar-benar ber-Hak menghakimi umatnya.

Atas dasar itulah, pada hari ini saya mencoba belajar menjadi manusia baru, menjadi lebih baik, berlapang dada meminta maaf atas kesalahan, tidak mengurung pada dunia yang bergerak cepat, dan berlari secepat mungkin mengejar segala ketertinggalan.

Memang tidak mudah, bukan perkara hal yang gampang. setidaknya hal pertama yang saya lakukan adalah kembali menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Karena hal itulah yang melandasi saya berpikir tentang ilmu Humaniora. Tulisan ini adalah sebuah awal bahwa saya tidak berusaha memejamkan mata lagi atas dunia. Dan saya sudah siap dengan segala kelapangan dada untuk segala bentuk caci maki atas apa yang saya lakukan di masa lalu. Dan segera meminta maaf atas kesalahan itu sangat menjadi hal yang harus saya lakukan

Dengan mengucap Bismillahirrahmannirrahim, saya akan berusaha untuk menjadi manusia yang baru dan membuka diri atas segala perubahan dunia. Terima kasih kepada Orang tua saya, saudara, istri, mantan istri, sahabat, sosial media yang diikuti, para bloggerorganisasi yang melekat pada pribadi saya, dan segala bentuk hal positif yang lain.

Saya, dari dalam hati yang tak bisa ditentukan dan ditemukan peng-ejawantah-annya, meminta maaf. Segala hal yang masih dan membekas pada saya yang negatif baik yang disengaja maupun tidak, saya akan berusaha memperbaikinya dengan segera. 


Duka

Baik aku berpisah
Tanpa kata
Tanpa bunga
Kelak juga aku berbaring
Di tanah
Kering belulang bernama di nisan
(Buat nenekanda tersayang: Siti Chunainah , )

Friday, September 23, 2011

Disapointing Performance on me

suatu pagi aku ditelepon pak sulhan (my boss) yang pernah kuceritakan sebelumnya.
My boss : Rony Kok gak masuk?
Aku : ya pak saya sakit
My Boss : oh kalo begitu cari surat dokter
Aku : ya pak

beberapa menit kemudian dia meneleponku kembali, dan juga ada salah satu boss juga untuk menyuruhku segera ke kantor. aku tahu jelas permasalahnnya. aku yang bertindak indisipliner dalam wewenangku. setelah proses investigasi yang menurutku "kurang" soft. hanya menuduh, tanpa melihat kondisi dan latar belakang kenapa saya melakukan tindakan indisipliner tersebut, saya dipaksa untuk mengundurkan diri, dengan ancaman saya akan di adukan ke pihak kepolisian jika tidak segera menyelesaikan masalah tentang indisipliner tersebut.

sebagai seorang yang masih muda dan awam tentu saja nyali saya cukup ciut juga. akan tetapi saya percaya, saya bisa melewati ini.lihatlah betapa sulit melewati hal ini, namun bukan berarti tidak bisa. akhirnya saya melaluinya dengan badan tetap tegak dan tidak menyesal dengan keputusan untuk mengundurkan diri.

my boss, hanya itu yang aku pikirkan. betapa tidak, hanya dia yang menganggapku paling "manusia" dan menghargai setiap pekerjaan. walau agak pelit juga tentang uang. namun dia tidak pernah pelit soal ilmu.

beberapa sms mengalir terus dari teman seatap, ah. ternyata urusan beramah tamah tidak berhenti hanya di lebaran. ketika moment saya mengundurkan diri juga banyak yang sekedar mengucap simpati. "terima kasih". bahkan ada juga yang kecewa dengan sikap saya yang indisipliner.tentu menyakitkan tapi juga "sakit" yang benar-benar nikmat.toh tidak hanya disitu saya berkarya.tidak henti disini saya berkarya.

minimal saya sekarang lebih bebas, lebih santai, dan lebih memberi inspirasi bagi siapapun di dekat saya.satu yang pasti, terimakasih my boss (Sulhan Anwar), hanya anda yang profesional dalam bekerja.dan buat rekan-rekan semua, aku tidak berarti tanpa kalian,,,