Friday, August 10, 2018

Desember, Angka Satu

Sebentar kawanku yg sama letih.
Aku tertatih.
Di tiga pulau ujung lombok, Ombak berbuih-buih
dan menerjang fastboat dg terlatih.
Sayup kawanku mulai bertasbih.
Ahhh,,, kau terlalu cengeng
Ajal tak menjemput kita di tengah lautan seperti ini
Tuhan memanjakan diri kita
Untuk mereguk sepuasnya dunia
(Shubuh 03.27 WITA 01122017, sanur port to Gili T harbour)

Duka

Baik aku berpisah
Tanpa kata
Tanpa bunga
Kelak juga aku berbaring
Di tanah
Kering belulang bernama di nisan
(Buat nenekanda tersayang: Siti Chunainah , l3toy : 10122016 03:31 WITA)

Denpasar meriuh


Entahlah, Saat hujan ini terus mengguyur di sepanjang hari dari tadi malam hingga detik ini saya menulis masih juga belum terlihat reda. Saya tiba-tiba teringat dengan sosok adik terbaik yang pernah saya kenal. Safimbi Aditya Anwar atau biasa dipanggil Bimbi olehku (Dia yg Mengacungkan jari tengah di Foto dan dia yg memakai topi). Dia sosok yg selalu easy going. Selalu gembira, meski terkadang slengean khas anak muda. Hampir 6 tahun yg lalu Bimbi meninggalkan kita semua. Tp semangatnya masih hidup sampai sekarang. Saat hujan seperti ini, Luangkan waktu barang 5 menit, Kirim doa padanya, al fatihah atau apapun yg kalian yakini. I miss you Bimbi,,, #p2m2#SMA4 #SMKAyani #PRASAJAMULYATERCINTA
(l3toy : WHI 180111 02:49 WITA)